Press "Enter" to skip to content

Kamu Seorang Agensi? Jangan Lirik Blogger Seperti Ini

Suatu ketika, saya mendapatkan pekerjaan terkait blog. Sebagai blogger yang berkaitan dengan tema travel, tentu saya antusias untuk mengikuti kampaye yang diberikan oleh klien agensi blogger. Dimulai berkomunikasi dengan Pos-el, hingga berlanjut di Whatsapp.


Di Whatsapp Grup (WAG), sudah banyak blogger yang terlibat dalam kampanye. Setiap blogger sudah mendapatkan brief terkait materi, waktu tayang di blog, menyebarkan di media sosial, pelaporan analitik, hingga pembayaran.


Tentu saja sebagai blogger yang sudah masuk di grup wajib mematuhi aturan. Selain itu, mereka pasti sudah tahu apa yang harus dikerjakan. Tidak perlu lagi mengingatkan, atau sampai menghubungi secara personal terkait tugasnya.

Sebagai orang yang jarang mengambil job campaign bersamaan dalam satu grup, saya kaget masih banyak blogger yang tidak membaca persyaratan sejak awal. Atau pihak agensi harus menerangkan berkali-kali di WAG. Tentu ini menjadi pekerjaan tambahan agensi yang menguras tenaga.

Sedikit hal-hal yang bisa saya catat ketika berada dalam satu wadah WAG blogger kala mereka mendapatkan tugas sebagai buzzer atau yang lainnya terkait produk/jasa tertentu. Semua daftar di bawah pasti membuat para agensi senam jantung.

Mengerjakan Kewajiban Posting Tulisan saat Deadline

Deadline menjadi momok bagi para blogger ataupun klien. Setiap kali saya mendapatkan Placement Post ataupun yang lainnya. Sebisa mungkin saya kerjakan tepat waktu. Setidaknya, jika revisinya sedikit, kurun waktu satu-dua hari sudah saya posting.

Rentang waktu posting artikel dari klien, biasanya antara satu minggu hingga dua minggu. Tentu waktu selama itu sudah kita persiapkan rencana matang-matang. Jangan sampai kita mendadak hilang dari WAG, lantas memposting tulisan tepat satu menit sebelum waktu batas akhir.

Klien: “Sudah diposting belum mbak artikelnya?”
Blogger: “Kan masih nanti malam deadline-nya? Nanti juga saya posting!”
Klien: “Karepmu, langsung blacklist buat project bulan depan (dalam hati)”

Kualitas Tulisan Artikel Seadanya

Klien meminta blogger mengulas produk/jasa tentu mempunyai harapan yang besar. Setidaknya apa yang mereka miliki bisa tersebar luas melalui tulisan-tulisan blogger. Bukan tidak mungkin klien harus mengeluarkan dana besar untuk satu project tertentu.

Sayangnya, tidak semua blogger mempunyai pemikiran yang sama. Tidak sedikit dari mereka asal menulis artikel seadanya. Asal menyalin data yang diambil dari press release dan langsung diposting. Atau ada juga yang asal posting placement post dari klien.

Percayalah, blogger itu harus bisa bersikap jauh lebih bijak. Press release itu hanya sebagai informasi secara singkat. Kamu harus menulis jauh lebih spesifik dan lebih dalam dengan gaya tulisanmu sendiri. Ini juga berlaku untuk placement post.

Klien: “Mbak, tulisannya nanti dimodif sendiri ya. Sesuai alur tulisan kamu sendiri.”
Blogger: “Bayarannya cuma segini, kok minta tulisan bagus. Sudah untung saya ambil.”
Klien: “Kalau tidak mau ya gak usah diambil (menjerit dalam hati)”

Datang Terlambat atau Membatalkan Acara Mendadak

Selain mendapatkan pekerjaan dari menulis, berkomunikasi dengan klien, blogger juga sering mendapatkan undangan acara tertentu. Sifatnya diundang secara personal atau mendaftar pada tautan yang disediakan.

Di sini, kita harus mempunyai kewajiban untuk datang tepat waktu. Kedatangan kita tentu menjadi nilai positif bagi kien yang mengundang. Meski begitu, terkadang kita bisa lupa dan datang tidak tepat waktu. Untuk kasus seperti ini lebih baik diinfokan pada penanggung jawab acara.

Pernah suatu ketika, klien medadak heboh menghubungi saya untuk datang ke acara tertentu. Padahal saya sejak awal sudah bilang tidak bisa hadir karena ada agenda yang lain. Klien pun sedikit curhat kalau masih banyak blogger yang datang terlambat tanpa memberi kabar. Ada lagi yang membatalkan hanya selang dua jam sebelum acara.

Blogger: “Maaf ya mbak, hari ini saya batal ikut acara. Ada acara keluarga,”
Klien: “Oh gitu ya mbak? (Langsung coret selamanya)”

Membatalkan suatu acara secara mendadak di tempat satu dengan alasan keluarga, tapi kok malah datang ke acara yang lain dengan iming-iming uang transport lebih banyak. Situ pernah mikir gak sih kalau kalian diundang berarti klien sudah memesankan makanan dan yang lainnya yang harganya tidak murah.

Suka Mengubah Jadwal Liputan

Ada kalanya blogger mendapatkan tugas liputan rangkaian acara di tempat tertentu. Tugasnya tentu melaporkan rangkaian acara tersebut, menyebarkan di media sosial, hingga terakhir hasilnya adalah tulisan atau video.

Blogger seharusnya sudah komitmen dengan segala aturan yang tertulis ataupun tidak tertulis. Misalkan, acara yang diliput berlangsung satu minggu. Tiap blogger sudah diberi informasi berkaitan lokasi, hari liputan, dan waktu datang. Harapan klien tentu memudahkan blogger agar meluangkan waktu tersebut untuk meliput.

Sayangnya tidak semua blogger komitmen. Mereka mengambil pekerjaan tersebut, tapi terus ribut di WAG terkait pembagian tugas. Seringnya mereka ribut terkait hari dan waktu datang. Ini memang benar-benar terjadi.

Blogger satu: “Mbak, kalau saya ganti hari rabu, gimana? Biar saya nggak repot.”
Blogger dua: “Lah kok saya dapatnya pagi? Kenapa nggak sore saja, mbak?”
Klien hanya diam, memantau keributan di WAG.

Ketahuilah wahai blogger yang masih seperti ini. Jika kalian mengambil pekerjaan yang memang satu rangkaian acara panjang. Mau tidak mau, suka tidak suka, kalian harusnya sudah paham pada hari tersebut (pembukaan sampai penutupan), kalian harus siap untuk datang tanpa meminta ubah jadwal.

Sering Bertanya Terkait Tugasnya di WAG

Brief yang disediakan klien berfungsi sebagai bahan untuk memudahkan blogger dalam mengikuti kampaye produk/jasa. Biasanya klien menuliskan secara lengkap terkait tahapan yang nantinya blogger lakukan.

Singkatnya seperti ini. Klien meminta blogger untuk memposting flyer, membuat sendiri berkaitan dengan promosi. Memposting di media sosial (khususnya Twitter ataupun Instagram). Tentu ditambahi dengan tagar tertentu agar klien mudah mengecek postingan.

Semua persyaratan ini sudah lengkap ada di WAG dan dikirim ke pos-el. Meski begitu, masih saja ada yang ramai bertanya-tanya apa jobdesk dia pada kampanye tersebut. Pertanyaan ini berulang-ulang hingga membuat blogger yang lain jenuh.

Blogger satu: “Kalau unggahan flyer di Instagram saya tambahi satu foto lagi boleh tidak ya? Biar nanti mereka geser fotonya.”
Blogger dua: “Tagarnya apa saja sih? Boleh dibagikan lagi, mbak?”
Blogger tiga: “MAKANYA BACA DULU DARI AWAL! JANGAN ASAL TANYA!”

Mengambil Semua Tawaran Job tanpa Diseleksi

Blog lebih baik spesifik temanya. Tulisan-tulisan yang diposting lebih asyik jika murni dari ide blogger sendiri. Sesekali tulisan titipan, tidak masalah. Jangan sampai semua postingan dari awal hingga akhir merupakan titipan semua.

Tidak sedikit ada blogger yang asal ambil job. Kemarin tulisan di blognya terkait obat kuat, hari ini tulisannya tentang kosmetik, minggu kemarin postingan asuransi. Bulan kemarin tulisannya gawai merek A, di bulan yang sama ganti kampanye gawai merek B. Bagaimana mau mendapatkan hasil tulisan yang bagus kalau semua job diambil tanpa seleksi.

Blogger: “Saya mau blogwalking tapi tulisannya organik. Silakan drop artikel di komentar saya.”
Saya: “Mbaknya sudah ngaca belum!? Tulisan blogmu loh titipan semua!”


Poin-poin di atas hanya sedikit yang pernah saya (penulis) ketahui. Pada dasarnya, blogger harus bisa bersikap lebih baik. Terlepas dari semua yang sudah saya tuliskan, ada poin-poin lainnya yang juga harus diperhatikan.

Salah satunya adalah etika dalam berkomunikasi. Sebagai blogger, tentu kita pernah mendapatkan calon klien yang komunikasi di pos-el kurang baik. Meminta harga postingan sangat murah dan yang lainnya. Kita bisa menjawabnya dengan tutur kata yang baik serta mengucapkan terima kasih.

Harapan saya, semoga para agensi terhindarkan dari blogger-blogger yang sifatnya seperti di atas. Percayalan wahai para Agensi, masih banyak blogger yang lain dengan kualitas tulisan lebih baik.

2 Comments

  1. Agustina Purwantini Agustina Purwantini 3 Juli 2019

    Bhahahaha…. Iya, paling nyebelin kalau ada yang nanyaaa melulu… Ketahuan belum baca detil petunjuk tugasnya. Oiya, kalau saya lumayan sering dijawil dadakan untuk nambal bloger yang mendadak mundur. Hihihi…

  2. adi pradana adi pradana 16 September 2019

    Lika-liku job untuk blogger. Beginilah blogger deritanya tiada akhir. laaaah….

Tinggalkan Balasan