Press "Enter" to skip to content

Password Wifi Unik di Kedai Kopi Jogja

Last updated on 27 Juni 2019

Sebaris kata pada judul lagu Banda Naira mempunyai banyak makna. Bayangkan saja jika ada orang mengatakan “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti,” tentu yang tersirat pada benak kita adalah suatu hubungan.

Patah hati, lantas kembali mendapatkan benih-benih cinta, berlanjut hilang tanpa kabar, dan pada akhirnya mendapakan yang baru. Sebuah siklus hubungan percintaan yang rumit sekaligus misteri. Eits!! Kenapa malah menuangkan sedikit curhatan? Padahal niat awal mau menulis kedai kopi.

Pasang-surut kedai kopi di Jogja menarik diperhatikan. Bagaimanapun dalam kurun waktu empat tahun terakhir ini bermunculan kedai kopi di berbagai tempat. Ada yang tumbuh dan bertahan, ada yang sekadar numpang lewat, bahkan ada yang sudah tak diingat namanya.

Sebagai salah satu orang yang terlibat di tim purapurakerja.com, saya berkali-kali mengunjungi kedai kopi yang berbeda. Tentu tujuannya untuk mendapatkan konten. Lantas ditulis sekaligus menyebarkan citra anak ngopi banget. Padahal niatnya hanya numpang motret pesanan teman sembari memanfaatkan WIFI gratis.

Puluhan kedai kopi yang sudah saya kunjungi. Banyak tulisan yang sudah terposting. Namun, belum sedikitpun postingan tersebut mengulas tentang keunikan kata sandi pada setiap kedai. Tidak semua kedai kopi menulis password yang unik atau malah nyeleneh.

Banyak kedai yang menjadikan kata berkaitan dengan kopi sebagai password Wifi. Seperti ini contohnya; coffeenyaenak, sudahngopibelum, kopasusnyaenak, atau malah nama kedai kopi sebagai password.

Dari berbagai kedai kopi, saya hanya bisa mengingat sedikit password kedai kopi yang cukup nyeleneh. Tidak sekalipun menambahkan unsur kedai kopi. Bagi kalian yang suka kongkow di kedai kopi dan tahu passwordnya mirip. Berarti kita pernah menuju kedai kopi yang sama.

Tanya Barista

Suatu ketika, saya buru-buru mengunjungi kedai kopi. Tak menunggu waktu lama, langsung menghampiri meja kasir dan memesan minuman. Setelah itu membuka laptop. Tujuan ke sini memang mencari Wifi, karena ada file yang cukup besar untuk diunggah.

Biasanya password wifi ada di struk pembelian, tepatnya di bagian paling bawah. Saya melihat struk, tidak ada kata sandi yang saya butuhkan. Bergegaslah saya kembali menuju meja bar. Tempat kasir plus barista bekerja.

“Mbak, password-nya apa ya?”
“tanyabarista, mas.”

Saya terdiam. Perasaan mbak-mbak ini yang meracik kopi pesanan saya. Berarti dia kan barista di kedai kopi ini.


“Bukanya mbak sendiri barista?”

Sejenak mbak tersebut berhenti menuangkan air dari ketel. Dia tersenyum melihatku yang msih plonga-plongo.

“Mas, password-nya itu tanyabarista,” Terangnya sembari tersenyum lebar.

Mendadak saat itu juga saya butuh helm dan baju astronot. Ingin rasanya saya mudik ke Pluto. Namun, semuanya saya tangguhkan. Cukup menunduk malu dan berjalan gontai menuju ke meja.

Tidak Pakai Password

Di salah satu kedai kopi yang terletak di Demangan, passwordnya “tidakpakaipassword”. Tentu bagi orang awam yang baru berkunjung ke kedai tersebut (seperti saya) agak bersungut-sungut waktu tanya password ke barista.

“Password-nya apa, mas?
“tidakpakaipassword, mas.”
“Pakai kok. Ini harus memasukkan password!”
“Iya mas. Maksud saya passwordnya itu tidakpakaipassword.”

Ada yang pernah mengalami obrolan rakyat dari Pluto dengan Manusia di Bumi seperti ini? Kalau ada berarti kita sama-sama jadi korban kebengisan barista. Lihat saja waktu mereka jawab sambil cengengesan!

Di Atas Meja

Kejadian ini masih di kedai kopi sekitaran Demangan. Awalnya, pagi ini tidak ada niat untuk mengopi. Alih-alih tiduran, lini masa berkelebatan kedai kopi yang memberikan harga happy hour sebelum pukul 12.00 WIB. Jiwa survive saya bergolak.

Suasana pagi di kedai kopi yang nyaman membuat saya berhasil menulis satu artikel dalam waktu setengah jam. Semua kelar, tinggal saya kirim ke klien untuk ditinjau. Berharap nantinya hanya ada revisi minor.

Kejadian hampir mirip, tidak ada password pada struk pembayaran. Bergegas saya menuju meja kasir untuk menanyakan kata sandi wifi di kedai ini.

“Mas, password-nya apa ya?”
“diatasmeja, mas.”
“Oke. Terima kasih.”

Kembali saya menuju meja tempat kopi dan laptop berada. Di sini saya mencari-cari tulisan yang ada di atas meja. Tidak hanya itu, pot bunga, serta asbak pun semua saya cari. Tidak ada satupun tulisan yang disediakan.

“Beneran mas di atas meja password-nya? Kok tidak ada ya,” Ujarku sedikit kencang.

Saat itu juga rasanya kedai kopi ini senyap.

Belum Diganti

Aktivitas mengopi makin rutin. Tidak terasa dalam satu minggu bisa mengopi di kedai yang sama berkali-kali. Semuanya ini karena ada traktiran dari kawan, ataupun numpang nongkrong berbekal tumbler air mineral.

Terbiasa di Pluto untuk tepat waktu. Sewaktu main ke Bumi, saya sangat menghargai waktu. Setiap ada acara kopdar, saya pasti datang lebih awal. Terkadang setengah jam sebelum jam-nya pun saya sudah di lokasi.

Salah satu alasan saya datang lebih awal karena ingin sekalian menyicil draf tulisan untuk tahun 2024. Selain menulis, tentu aktivitas berselancar di dunia maya menjadi prioritas saya. Lumayan kan, tidak perlu memakai kuota pribadi.

Usai berbasa-basi dengan barista, saya mengutarakan maksud awal. Sudah bisa ditebak kan? Kata sandi Wifi di kedai. Obrolan sejak awal hanya pemanis saja.

“Password-nya apa, mas?”
“belumdiganti, mas.”
“Saya malah belum tahu password yang pertama, mas.”

Barista bereaksi. Entah melihat saya yang lugu atau ini jebakan. Siapa tahu niat saya menjebak barista.

“Lucu juga candaannya, mas.”

Tatkala barista bilang begitu. Saya langsung tersadar kalau password-nya adalah belumdiganti. Hufft! Selamat otak saya cepat tanggap. Kalau tidak pasti tambah lebih malu lagi.

I Love You

Kedai kopi di Babarsari yang saya tuju kali ini termasuk baru. Jika tidak salah berdirinya tiga bulan yang lalu. Awal berdirinya kedai, saya langsung datang ke lokasi demi harga Rp.10.000/pesanan. Semua jenis minuman dipatok harga yang sama.

Selang tiga bulan, saya kembali mengunjungi kedai kopi ini. selain tambah ramai, fasilitas kursi dan meja sudah lengkap. saya hanya membawa gawai, niatnya di sini hanya mengopi sambil berbincang santai.

Demi panjat sosial, pamer story di Instagram, saya membutuhkan jaringan internet. Memanfaatkan wifi kedai adalah hal yang mutlak. Sejurus kemudian, saya sudah berada di depan pramujasi cewek.

“Mbak, password-nya apa?”
“iloveyou, mas.”

Mbaknya ini bagaimana sih. Saya tanya password wifi kok malah bilang sayang ke saya. Untung saya pura-pura tidak mendengar.

3 Comments

  1. Ika Yuni Anggrahini Ika Yuni Anggrahini 29 Mei 2019

    Jangan lupakan password “akusayangkamu” di salah satu kedai kopi di Jogja. Nggak kebayang kalo yang tanyanya sesama jenis, bilangnya mesti bisik-bisik.

  2. Bagas Bagas 24 Juli 2019

    Kopi yg ada happy hour nya di demangan namanya apa?

    • Tukang Fotocopy Tukang Fotocopy 28 Juli 2019

      bisa coba Lagani 🙂

Tinggalkan Balasan