Press "Enter" to skip to content

Empat Tagar (#Hashtag) yang Bikin Malas Buka @Twitter

Last updated on 27 Februari 2019

Media sosial menjadi tempat untuk mencurahkan segala hal. Tidak sedikit posting-an yang berbau campaign turut bertebaran di lini masa kita. Bagi yang suka membuka Twitter, tentu tagar-tagar tersebut adakalanya membuat kita menjadi malas membuka Twitter.

Dari sekian banyak tagar yang bertebaran. Minimal ada empat tagar yang membuat saya pribadi malas melihatnya. Biasanya tagar-tagar tersebut saya senyapkan, sehingga lini masa tetap aman terkendali. Berikut tagar-tagar yang membuat malas lihat media sosial.

Perang Tagar Capres

Tahun 2019 menjadi pertaruhan dua calon pemimpin. Setiap tim pendukung beraksi di dunia nyata maupun dunia maya untuk mengenalkan calon pilihannya. Tak dapat dielakkan, kurun tahun 2019 tagar-tagar perang capres menyerang lini masa, khususnya Twitter.

Bisa dilihat setiap ada fenomena menarik terkait capres, tanpa menunggu lama, tagar-tagar tersebut bertebaran layaknya lalat.

“Capres nomor 100 sudah terbukti bisa mengayomi masyarakat, jadi pilih dia #CapresPlutoSudahTerbukti”

“Demi kebaikan Pluto ke depan, jangan sampai salah pilih. Silakan coblos capres nomor urut 101, karena perubahan di tangan kita #BerubahBersama101”

Kodok & Kalong

Masih banyak lagi tagar yang lainnya. Jika mau mendata tiap tagar perang capres, sepertinya sampai ganti presiden lima tahun ke depan tidak pernah berakhir.

Tagar Campaign Provider

Pernah tiba-tiba berhamburan kampanye provider? Perang tagar provider pun kalau semakin sering bikin malas buka Twitter. Pernah ada satu provider yang sedang kampanye, tapi caranya kurang bagus. Bukan provider-nya sih, cuma orang-orang yang jadi buzzer-nya.

“Untung pakai si putih, jadi aku bisa lihat story Instagram mantan yang sudah seperti garis #SiPutihGarisKeras”

“Jauh-jauh main ke rumah pacar di pelosok. Untung pakai si ungu, jadi tidak nyasar di rumah sang mantan #LebihAsyikPakaiSiUngu”

Padahal ya, itu si Putih atau si Ungu kalau lagi hujan sinyalnya hilang tak terdeteksi. Lebih baik pakai provider si Hitam.

Tagar Campaign Merek Telepon Pintar (Smartphone)

Sebenarnya tagar ini sih mirip-mirip dengan campaign provider. Hanya waktunya lebih serempak karena memang pas ada event. Ditilik lebih jauh, para buzzer ini orangnya itu-itu saja. Bahkan sampai hafal.

Menariknya, akun-akun penyebar tagar ini bekerja sesuai dengan pesanan. Misalnya, hari senin menyebarkan tagar telepon pointar A, lusa bisa berubah memuji-muji telepon pintar B, minggu depan kembali ke merek A lagi.

“Pakai smartphone A, hasil foto kamu bakal bokeh,”

Padahal semua yang disebarkan melalui telepon pintar fotonya gak ada yang bagus. Isinya hanya swafoto saja tanpa mengoptimalkan keunggulan kamera telepon pintar tersebut. Ada juga yang posting berbeda.

“Asyik ya pakai smartphone B. Kita bisa main Teka-teki Cak Lontong tanpa ngadat.”

Jujur, para buzzer seperti ini memang bikin mumet di lini masa. Lebih baik tutup Twitter untuk sementara waktu atau disenyapkan tagar tersebut.

Tagar Buzzer Pariwisata

Dari tagar-tagar di atas, tentu tagar buzzer pariwisata ini yang terorganisir. Tiap detik atau menit tidak luput lini masa dipenuhi tagar pesona. Semacam negara api menyerang.

“Jangan lupa kunjungi rumah mantan yang indah, #PesonaRumahMantan”

Atau tagar yang lain dengan awalan pesona. Sepertinya satu orang mempunyai banyak akun, sampai-sampai Twitter sempat suntuk dan memblokir beberapa akun mereka. Bagaimana tidak suntuk, tiap orang menyebarkan informasi yang sama persis tanpa mengedit terlebih dahulu.

Jika kamu tidak percaya, coba buka Twitter pas nanti ada event. Pasti tagar yang dimulai dengan semboyan “Gas!!” ini bakal berserakan. Tujuannya tentu Trending Topic di Twitter!

Bagi kamu yang lini masanya terbebas dari empat tagar di atas. Percayalah, media sosial kamu masih aman terkendali. Kalau sudah ada salah satu tagar yang muncul, tinggal kamu ubah saja lokasi Twitter di Pluto atau Wakanda.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan