Press "Enter" to skip to content

Tips Menjadi Pengangguran yang Super Sibuk

Last updated on 1 Maret 2019

Sebelum membahas lebih lanjut tentang panjat sosial yang dilakukan para pengangguran, mari kita simak dengan seksama apa itu arti dari pengangguran. Menurut Wikipedia, “pengangguran” adalah istilah bagi orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari pekerjaan yang layak, atau bekerja kurang dari dua hari selama satu pekan.

Tidak lucu rasanya jika ditanya orang tua soal pekerjaan, kita menjawabnya sebagai pengangguran. Apalagi jika sampai diketahui oleh teman dan keluarga besar. Tentu profesi ini akan menjadi bahan nyinyiran yang menarik.

“Eh. Dia kerja apa sih?”

“Emang sudah kerja? Kayanya pengangguran gitu.”

“Sumpah? Kuliah sampai sarjana cuma jadi pengangguran? Ih, aku ogah punya cowo pengangguran.”

Akhirnya sesi mengumpat pun menjadi menarik karena membahas profesi temannya sebagai pengangguran. Padahal, kita tidak pernah membuat masalah pada orang yang sudah bekerja. Bahkan kita tidak pernah utang karena kondisi keuangan yang tidak sehat. Begitulah rakyat. Kopi darat tak akan menarik tanpa mengumpat.

Lantas, bagaimana cara supaya profesi pengangguran tak terlihat? Selain berpura-pura kerja, ada beberapa tips yang perlu kamu praktikkan.

1. Saat Ketemu Teman, Mengaku Saja Ketemu Klien

Tips ini cukup ampuh menipu teman yang terlalu ngrusuhi urusan kita. Setiap kali ditanya teman, bilang saja kamu sedang bertemu/meeting dengan klien. Tapi usahakan untuk bertemu teman baru supaya kamu punya banyak klien (bohongan). Padahal dalam pertemuan itu tidak ada pembahasan mengenai pekerjaan. Tapi siapa yang tahu? Minimal profesimu sebagai pengangguran menjadi kabur. Lantas orang mengira kamu adalah seorang pengusaha atau seorang konsultan.  

2. Foto Lama Di-upload Lagi

Kalau kamu tidak ingin dikatakan sebagai pengangguran, jangan sekali-kali memasang hashtag #latepost atau apapun yang menyatakan bahwa foto itu diunggah terlambat. Unggah saja dengan caption seperti biasanya. Maka orang akan mengira bahwa kamu sedang sibuk berkegiatan. Jangan pula memasang foto dengan lokasi yang sama secara berulang-ulang dalam waktu yang berdekatan. Berilah rentang waktu saat mengunggah fotomu. Pokoknya ya jangan sampai kelihatan kalau itu foto lama, deh.

3. Naik Go-Car/Grab-Car Sambil Panjat Sosial

Di jaman sekarang, banyak fasilitas yang membuat kamu bisa dengan mudahnya panjat sosial. Dengan adanya transportasi online, kamu bisa berpindah tempat dengan sangat murah dan mudah. Saat naik Go-Car/Grab-Car, janganlah duduk membelakangi juru mudi. Sebisa mungkin duduklah di depan. Pasanglah instastories/status tentang perjalananmu. Dan jangan pernah mengaku kalau yang kamu tumpangi adalah mobil dari mitra tranportasi online.

“OTW. Sungguh jalanan Semarang macet.”

“Bismillah. Menjemput rejeki di awal bulan.”

Dengan begitu, orang akan mengira kamu adalah seorang pekerja yang mendapatkan fasilitas mobil dari kantormu. Padahal kamu adalah pengangguran yang sedang panjat sosial dan meminjam mobil milik mitra Go-Jek/Grab.

4. Saat Kondisi Tabungan Menipis, Seringlah Menolak Ajakan Teman dengan Alasan Sibuk Kerjaan

Ini penting sekali. Jangan menunjukkan kesulitan keuanganmu di depan teman-temanmu supaya tidak menjadi bahan umpatan. Jika memang kondisi tabungan menipis, jangan memaksakan kehendak untuk ikut kopi darat di sebuah café. Apalagi jika kamu sampai memesan air mineral. Ra masok tenan, komandan!

Lalu bagaimana cara menolak yang pantas? Katakan saja kamu sedang ada pekerjaan deadline yang membuat kamu harus fokus. Dengan begitu, orang lain akan memaklumi urusanmu. Meski kemudian di kamar kamu hanya gigit jari sembari melihat status teman-temanmu yang kumpul gembira. Pokoknya sabar saja. Kamu masih bisa makan nasi kotak sisa pengajian tetangga semalam.

5. Unggah Foto Makanan dan Minuman Orang Lain

Ini sudah jadi kebiasaan bagi para pengangguran yang ingin panjat sosial. Mereka selalu punya cara untuk bisa mendapat pengakuan. Minimal untuk bisa dikenal sebagai orang yang gemar kulineran.

Jika temanmu sedang memesan makanan dan minuman, pinjamlah pesanan mereka untuk kamu abadikan dalam ponselmu. Jangan lupa untuk diunggah sebagai status. “Nyam… Nyam. Café yang recommended banget!”. Pembaca pasti akan menduga bahwa kamu orang yang punya banyak uang karena kerap berpindah tempat makan. Padahal? Ya, jelas kamu adalah seorang pengangguran.

6. Menghilang Sementara Waktu dari Sosial Media

Kadang ya, orang bisa tahu kesibukan dan kepribadian kita hanya dengan melihat sosial media kita. Ngeri gan! Untuk itu, kamu perlu rehat sejenak dari urusan sosial media. Paling tidak istirahatlah dan berpuasalah dari sosial media sampai maksimal satu bulan.

“Kamu ke mana aja? Tumben ga pernah muncul di status?”

“Aku lagi dapat proyek nih. Di daerah perbatasan susah sinyal.”

Ya, padahal kamu miskin kuota. Tersambung internet kalau ada wifi.

7. Pura-pura Kerja

Cara terakhir untuk mengaburkan profesi sebagai pengangguran adalah pura-pura kerja. Jadilah orang yang sok serius bekerja padahal isi halaman browser-nya adalah sosial media dan video YouTube yang mengandalkan WiFi. Gunakan earphone, nikmati daftar putar lagumu, dan cobalah untuk tidak terlalu banyak menanggapi orang di sekelilingmu.

Pengangguran alah penganggguran
Ora keduman gawean
Pengangguran,
Pengangguran penganggguran
Ngebak ngebaki jalanan
Leyeh-leyeh penak tenan

(Leyeh-Leyeh oleh Arum Khotifah)

Itulah tujuh trik yang dapat kamu coba untuk bisa menyibukkan diri dalam kegabutan. Menjadi pengangguran adalah seni untuk menikmati hidup. Selamat mencoba dan semoga menjadi seorang pengangguran yang super sibuk!

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan