Press "Enter" to skip to content

Tujuh Spot Camping di Jogja untuk Melepas Penat Setelah Seminggu Bekerja

Last updated on 1 Maret 2019

Menjadi karyawan swasta di salah satu perusahaan besar memang dirasa cukup melelahkan. Apalagi jika berhubungan dengan pelayanan pelanggan secara langsung. Terkadang terlintas banyak pertanyaan dalam benakku, “Bagaimana jika resign saja?”.

Namun, setelah memikirkan banyak hal serta kendala yang akan menanti di depan, akhirnya aku mengurungkan sementara niat untuk berhenti bekerja. Setidaknya sampai tulisan ini dipublikasikan.

Namanya juga kerja, perasaan bosan bisa saja datang secara tiba-tiba. Bisa disebabkan hal tertentu, bisa juga tanpa alasan yang jelas.

Biasanya jika saya sudah mulai bosan dengan pekerjaan, aku berencana untuk menghabiskan waktu liburan untuk bepergian. Namun, dua puluh empat jam bukanlah waktu yang cukup untuk bepergian jarak jauh (ke luar kota misalnya), terlebih dengan energi dalam tubuh yang terbatas setelah beberapa waktu sebelumnya dihabiskan untuk bekerja.

Bagiku, tidak masalah jika hanya traveling di area yang tak jauh dari tempat tinggal. Aku bisa menghabiskan banyak waktu dengan cara yang menarik, seperti camping, kulineran, atau city tour selama libur.

Bicara soal camping, aku punya beberapa rekomendasi tempat yang bisa kamu coba jika kamu merasa jenuh dengan hal-hal dalam kehidupan.

1. Hutan Pinus Mangunan

Terletak di daerah Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta, Hutan Pinus Mangunan merupakan salah satu spot camping yang pertama kali menjadi pelopor destinasi di sekitarnya.

Seperti hutan-hutan pada umumnya, hutan pinus Mangunan juga sepi. Seringnya dikunjungi oleh beberapa wisatawan membuat destinasi satu ini dikenal luas di luaran sana.

Untuk camping? Tempat ini aku rekomendasikan untuk kamu yang ingin sekadar tidur beralaskan matras. Tapi aku sarankan pilihlah spot paling pojok ya, bukan untuk mojok, tapi karena saking ramainya hutan ini, terkadang, ketika kamu buka tenda saja sudah nampak beberapa wisatawan yang sedang berkunjung di sana.

2. Lintang Sewu

Nah, untuk spot satu ini, merupakan spot baru dan tak kalah dengan destinasi-destinasi lainnya. Masih terletak di daerah Muntuk, Dlingo, Bantul, Yogyakarta, Lintang Sewu menyediakan spot yang tak kalah cantiknya untuk menikmati matahari terbit. Belum begitu ramai sih, tapi sangat direkomendasikan, meskipun aku sendiri belum pernah memasang tenda di sana.

3. Hutan Pinus Pengger

Sudah dua kali aku mengunjungi hutan pinus Pennger, baik sekadar wisata santai sampai dengan camping dan bermalam.

Selain sebagai destinasi yang dibuat untuk bersantai keluarga, hutan pinus Pengger juga didesain bagi yang suka camping. Ada beberapa spot yang bisa digunakan untuk berswafoto, ada pula spot yang memang bagusnya untuk foto di malam hari.

Saranku, akan lebih baik jika kamu mencoba untuk bermalam dengan memasang tenda di hutan pinus Pengger. Selain karena spot di lokasi begitu cantik, kamu juga bisa menlihat suasana kota Jogja dari ketinggian. Tidak perlu khawatir kurang update, karena di Pengger disediakan WiFi yang bisa kamu gunakan secara gratis. Lumayan bisa dipakai untuk pamer ke teman-teman.

4. Bukit Klangon

Jika pantai dirasakan cukup panas karena cuacanya. Bukit Klangon bisa menjadi salah satu alternatif lain. Jika hutan pinus dominan berada di daerah selatan Jogja, maka bukit Klangon merupakan lawan arahkanya, yaitu bagian utara Jogja mendekati gunung Merapi.

Hal menariknya, tentu saja kamu bisa melihat gunung Merapi lebih dekat dengan segala asap yang dihembuskan serta keindahan yang dipancarkan ke segala penjuru.

5. Pantai Sanglen

Jika bosan dengan suasana hutan, pantai Gunungkidul bisa dijadikan alternatif lain. Salah satunya adalah pantai Sanglen. Terletak di daerah Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul ini.

Pertama kali aku berkunjung ke sana, pantai Sanglen masih sangat sepi, belum ada fasilitas yang memadai, tiket retribusi pun belum ada, bahkan aku adalah satu-satunya pengunjung yang ada di sana saat itu.

Saat ini, kondisi serta fasilitas yang ada di Sanglen tentu lebih baik karena mulai dikelola warga.

6.  Pantai Watu Bolong

Nama pantai ini sangat asing di telinga, bahkan beberapa orang yang sudah lama tinggal di Jogja, belum tentu pernah ke sini. Bagaimana tidak, sampai saat ini, belum ada akses bagus untuk menjangkaunya.

Cara terbaik untuk menjangkau pantai Watu Bolong adalah dengan menuju Pantai Drini. Dari Pantai Drini, kamu bisa menempuh dperjalanan dengan trekking selama kurang lebih 15 menit.

Kenapa pantai Watu Bolong aku rekomendasikan untuk camping? Meskipun terdiri dari banyak bebatuan, pantai ini memiliki tanah yang cukup luas untuk dijadikan lokasi mendirikan tenda.

Keterbatasan akses menuju pantai, membuat pantai ini minim fasilitas. Jadi, jangan berharap ada layanan toilet di sekitar lokasi, apalagi kalau kamu berharap bisa online menggunakan layanan WiFi selama camping di pantai Watu Bolong

7. Pantai Kesirat

Belum lama ini, untuk pertama kalinya aku mengunjungi pantai yang konon mendapati julukan sebagai spot terbaik untuk menikmati sunset. Tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa menemukan spot ini karena kondisi jalan yang semakin membaik dari tahun ke tahun. Aspal yang halus, dan papan petunjuk yang jelas tentu saja akan memudahkan kamu menemukan pantai ini.

Hanya saja, jangan mengharapkan bisa bermain di tepian pantai seperti pantai pada umumnya, karena lokasi camping-nya berada pada tebing yang cukup tinggi. Tidak ada pasir pembatas antara laut dengan daratan, yang ada daratan tebing langsung bertemu dengan lautan

Nah dari sekian spot terbaik ini, mana yang pernah kalian jelajahi?

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan